Kamis, 17 November 2011

Dia Untukmu


Rendy, ya nama itulah yang selalu datang di pikiranku. Anak XII IPA 1, membuatku terkulai lemas tiap kali menatap wajahnya yang begitu mempesona. Dia memang cowok paling populer di sekolahan kami. Dan satu hal yang membuatku terpikat olehnya, sifatnya yang tidak sombong dan smart membuat dia tampak perfect di mata kaum hawa. Aku Kinan, nama yang cukup indah bukan. Dan hari ini hari pertama kali aku masuk sekolah setelah libur semester. Rasanya pengen cepet- cepet sampai sekolah, bukan karena pengen cepet belajar lagi tapi biar cepet ketemu si Rendy gitu maksudnya hehehe. “Kinan,,, lama nggak ketemu kamu apa kabar?” suara Ririn mengagetkanku dari belakang sambil menepuk bahuku. “Aduh Ririn,,, kamu membuatku kaget ja,, aku baik-baik aja kok, eh si Rendy dah datang belum? Kok aku belum lihat dia ya” tanyaku sambil berputar-putar. “Ih dasar ni anak demam Rendy nya belum sembuh-sembuh ni kayaknya. Kamu ni bener-bener dah sakit, pertama kali masuk yang ditanya langsung si Rendy, emang apa bagusnya dia sih? Emang sih dia ganteng, cool, smart, ramah dan idola anak- anak perempuan di sini. Tapi menurutku biasa-biasa aja deh” ceramah Ririn. “Bukannya kamu yang sakit, kamu nggak normal apa? Cowok keren kayak Rendy kok dibilang biasa-biasa aja dasar kamu ya. Apa jangan-jangan kamu lesbi ya? Hahaha” godaku pada Ririn sambil lari takut kena timpuk dari dia. “Oh dasar Kinan....” teriak Ririn sambil mengejarku yang mulai masuk ke dalam kelas. Krrriiiiing,,,, bel masuk kelas sudah terdengar dan Pak Joni mulai beraksi dengan mata pelajaran yang di bawanya Matematika. Huft, pelajaran yang selalu membuat kepalaku hampir pecah karena rumus-rumus yang begitu banyak dan rumit. Rasanya pengen pulang, hari pertama masuk harus bertemu dengan rumus-rumus yang menyebalkan itu lagi. “Baiklah anak-anak otak kalian sudah siap menerima rumus-rumus yang baru?” sapa Pak Joni tiap kali masuk kelas kata-kata itulah yang selalu muncul dari mulutnya yang penuh dengan kumis. “Belum pak,,,,,” jawab kami serempak pertanda tak setuju dengan ucapan Pak Joni. “Baiklah kalau ingin kalian seperti itu, Bapak juga masih belum pengen memberi kalian pelajaran dulu, kalian pasti protes. Bapak Cuma mau menyampaikan Besok ada acara Ulang Tahun sekolah, jadi kalian hari ini ditugaskan untuk membantu persiapan acara besok. Gimana kalian setuju?” tanya Pak Joni. “Siap Pak” “Pasti Pak” “Setuju banget tuh pak” jawab kami bersahut-sahutan. Kami pun akhirnya keluar kelas dan mulai membantu menyiapkan acara besok, dari bersih-bersih kelas, menyapu halaman sampai menghias aula. “Kinan ya?” sapa seorang cowok yang sangat mengagetkanku. Glek “Iya, aku Kinan. Ada yang bisa saya bantu” jawabku gugup. Gimana nggak guugup coba Rendy cowok pujaanku ternyata tahu namaku dan menyapaku. “Bisa bantu aku untuk ikut mengisi acara besok? Aku dengar-dengar kamu jago menyanyi” ucap Rendy suaranya begitu lembut dan membuatku lemas mendengarnya. “Ha, aku? Kata siapa aku jago nyanyi? Suaraku jelek lho” hindarku sekedar basa- basi tapi di hatiku berkata “Mau banget”. “Kata anak-anak, aku juga pernah sempat dengar suara kamu. Dan itu memang bagus, gimana kalau kita nyanyinya duet biar kamu nggak gerogi kan ada lawan nyanyi nya?” ucap rendy meyakinkanku. “hm,, anu, eh emm,,,, baiklah tapi kamu serius mau ngajak aku duet di acara besok?” tanyaku memastikan ajakan Rendy. Tanpa pikir panjang lagi Rendy menjawab dengan anggukan kepalanya pelan tapi pasti, pertanda dia serius mengajakku berduet besok. Rasanya hatiku seneng banget.
***
Rasanya malam ini aku tak bisa tidur, aku pun memilih baju yang aku kenakan untuk bernyanyi bersama Rendy, aku nggak mau terlihat kampungan atau kurang cantik di hadapan Rendy besok walaupun wajahku kurang cantik tapi, kata orang-orang aku manis dan tidak bosen kalau dipandang terus. Wah jadi memuji diri sendiri nih hihihi. “Kinan, kenapa kamar kamu berantakan kayak toko baju obralan gini?” ucap mama kaget melihat kamarku yang penuh dengan baju-baju berserakan di mana-mana. “Eh mama, hehehe nggak papa ya maklum besok Kinan mau isi acara ulang tahun sekolah ma, kinan diajak duet nyanyi sama cowok paling populer di sekolah, jadi Kinan nggak mau besok terlihat jelek dan memalukan. Bantu Kinan dong ma” rayuku kepada mama untuk  membantu penampilanku besok. “ya sudah kamu beresin semua ini, mama akan bantu kamu. Pokoknya besok sudah beres deh serahin semua pada sang ahli” kata mama meyakinkanku. “Terima kasih ma, Love you muach” ucap terima kasihku pada mama. Dia memang ahli dalam masalah penampilan. Jadi aku bisa tidur dengan nyaman walaupun sebenarnya masih nggak bisa. Tapi paksa aja lah.
***
Hari ini aku seneng banget, hari yang ku tunggu-tunggu kini telah tiba. Aku berjalan memasuki area sekolah dengan hati berbunga-bunga. Apalagi dress yang aku gunakan sesuai dengan tema lagu yang akan kita bawakan nanti. “Kinan, ini beneran kamu?” suara yang tak asing di telingaku membuatku kaget dan membalikkan badan seraya mencari wajah penanya itu “Eh Rendy, iya ini aku. Kenapa jelek ya? Aku nggak cocok ya pake dress ini kelihatan kampungan ya? Terus gimana? Gimana kalau yang nyanyi kamu aja?” jawabku gugup. “Bukan Kinan kamu benar-benar terlihat cantik seperti seorang putri kerajaan yang pernah ku lihat” ucap Rendy memujiku. Dan itu berarti aku benar-benar cantik, buktinya aja Rendy sampai seperti itu memujiku. “Kinan, kamu cantik banget, nggak nyangka aku punya teman secantik ini” goda Ririn yang berjalan menghampiri aku dan Rendy. “Terima kasih ya Rin, kamu memujiku” kataku pada sahabat dekatku.
***
Acara ulang tahun sekolah kali ini meriah banget, apa karena aku baru jatuh cinta pada seseorang yang mengajakku berduet ya?. Ah bodo amatlah yang penting hari ni special banget buat aku. (baiklah para hadirin, mari kita sambut Kinan dari XII IPA 2 dan Rendy XII IPA 1 yang akan menghibur kita dengan suara indah mereka). Kami pun akhirnya naik ke atas panggung dan bernyanyi bersma. Aku begitu menghayati lagu yang kami bawakan dan semuanya berlalu begitu cepat. Semuanya terkendali, dan hari special itu akhirnya berakhir. Aku pulang ke rumah dengan perasaan puas dan gembira. Mama yang melihatku tersenyum berbunga-bunga membuatnya bingung dengan tingkah lakuku hari itu. Tapi mama memaklumilah kalau anaknya memang baru falling in love. Rasanya nggak percaya banget bisa deket dan nyanyi bareng sama pujaan hati.
***
Sejak kejadian itu aku dan Rendy mulai dekat. Dan hal itu membuatku senang karena anak-anak lain iri padaku. Tapi aku sih cuek aja, toh Rendy sekarang sudah dekat denganku hehehe egois banget ya aku. Setelah hampir 4 bulan pamanya kami dekat. Tiba-tiba Rendy mengucapkan sesuatu yang membuat hatiku berdebar-debar dan penasaran. “Kinan besok kita bisa ketemu di cafe biasa tempat kita nongkrong, aku pengen bicara ma kamu Jam 15.00?” ucap Rendy halus. Duerrr rasanya hati ini nggak nyangka banget kira-kira Rendy mau ngomong apa ya? Keliahatannya serius banget “Hmm,, bisa-bisa jam 15.00 ya di cafe biasa” jawabnku tanpa ragu. Kriiiiing “Rendy bel dah bunyi ayo kita masuk kelas dulu ntar telat lagi” ajakku. Rendy pu mengangguk dan kita berjalan menuju kelas kita masing-masing. Rasanya seneng banget. Apa jangan-jangan Rendy mau nembak aku ya? Ah masak sih?. “Ririn, Rendy tadi ngajakin aku ketemuan katanya dia pengen ngomong serius besok. Kira-kira dia mau ngomong apa ya?” ceritaku pada sahabat dekatku. “Mau nembak kamu kali” jawabnya singkat “Apa benar seperti itu?” tanyaku “Ah udah ah tunggu besok aja kan malah lebih jelas” jawab Ririn separuh kesal karena aku menanyainya saat dia lagi serius memperhatikan guru menernagkan.
***
14.45 di cafe biasa kami nongkrong aku datang ke sana. Ternyata Rendy sudah datang lebih dulu di sana. “Maaf menunggu, sudah lama ya?” tanyaku “Nggak kok aku juga baru datang, kamu mau pesan apa? Aku yang traktir deh kali ni terserah mau pesan apa?” tanya Rendy padaku. “Serius ni terserah aku? Tumben banget kamu kayak gini, pasti ada maunya ni” selidikku pada Rendy. Dia hanya tersenyum membuat wajahnya terlihat sempurna dengan hadir senyum yang menghiasi wajah tampannya itu. “Kinan, aku mau ngomong sesuatu” ucap Rendy membuat menghentikanku menyantap ice cream pesananku. “Ngomong aja, aku siap dengerin kok”jawabku. Rasanya badanku kali ni panas dingin menanti kata pa yang ingin diucapkan padaku yng membuatku penasaran. “Tapi kamu mau membantuku kan?”tanya Rendy. “Iya pasti, aku akan membatumu. Selagi aku masih bisa”jawabku. “Aku... aku suka pada Ririn, tapi aku nggak tahu harus gimana. Kamu mau kan bantu aku untuk hal ini?” ucap Rendy pelan. Duuueeeeeerrrr,,,,, derrrr mendengar ucapan Rendy barusan membuat hatiku hancur, rasanya air mataku berontak ingin keluar cepat-cepat karena sudah penuh. Tapi sebisa mungkin aku harus menahan tangis dan sakit hati. “Oh,,,, kamu suka pada Ririn” kataku berat. “Iya, kamu mau kan bantu aku? Aku nggak tahu harus minta tolong pada siapa lagi. Dia kan sahabat kamu jadi aku pikir kamu pasti bisa membatuku” ucap Rendy memohon. “Baiklah, besok sepulang sekolah aku tunggu kamu di taman sekolah. Aku menunggu di sana bersama Ririn” jawabku “Eh Rendy aku harus pulang aku ingat aku harus menemani mamaku ke rumah tante ada acara di sana. Aku tinggal nggak papa kan?” Lanjutku. “Iya nggak papa. Aku tunggu kamu besok ya sepulang sekolah terima kasih” teriak Rendy keras karena aku sudah berjalan yang mengampiri sebuah taksi. Setelah aku masuk di dalam taksi rasanya air mataku sudah tidak bisa dibendung agi. Akupun menangis, membuat pipiku basah karena linangan air mataku yang terlalu banyak keluar. Sesampainya di rumah aku langsung lari dan masuk ke kamar. Ternyata Rendy menyukai Ririn, sahabat dekatku sendiri. Berarti selama ini dia mendekatiku karena untuk Ririn. Hatiku benar-benar hancur kali ini, rasanya aku pengen teriak sekeras mungkin. Tapi mustahil banget ini kan di kamar gimana kalu nanti malah mama marah mendengar aku berteriak.
***
Esok harinya aku masuk sekolah dengan mata sedikit sembab karena menangis semalam. “Kinan kamu baik-baik aja? Kamu kenapa, kamu sakit? Cerita dong sama aku” tanya Ririn bingung melihat keadaanku yang tidak seperti biasanya. “Nggak papa kok, nanti sepulang sekolah kamu jangan pulang dulu ya,,,, Aku mau ngomong sesuatu” pintaku pada Ririn. “Pasti mau ngomongin kejadian kemarin ya? Yang kamu ketemuan sama Rendy” goda Ririn sambil menghiburku agar aku tersenyum. Aku hanya terdiam dan tak berkata apa-apa. Aku langsung menuju meja dan duduk.
***
“Rin, ayo kita ke taman sekolah ada yang ingin bertemu dengan kamu” ajakku sambil menggandeng tangan Ririn dan menuju taman. Di sana Rendy sudah ada dan menuggu kami. Akhirnya Rendy pun bilang pada Ririn kalau dia menyukai Ririn dan ingin Ririn menjadi pacarnya. Rasanya hati ku hancur mendengar kata-kata yang keluar dari mulit Rendy barusan. Kata yang selama ini aku tunggu-tunggu ternyata diberikan untuk sahabat dekatku. “Apa barusan kamu bilang? Kamu bercanda kan Ren?” tanya Rirn bingung. “Nggak Rin, aku serius. Kamu mau kan jadi pacar aku?”ucap Rendy mengulang kata-katanya lagi. “Tapi, Kinan kan...”belum selesai Ririn meneruskan kata-katanya aku lanjtukan “Udah Rin, aku juga tahu kok kalau kamu juga suka sama Rendy, maaf aku nggak sengaja membaca tulisanmu di kertas saat kita pulang sekolah ternyata kertas itu jatuh lalu aku mengambil saat aku ingin memberikannya padamu kamu sudah hialang. Jadi aku membacanya” “aku senang kok kalian bisa jadian” tambahku. Setelah itu  semua terdiam dan akhirnya Ririn pun mau menjadi pacar Rendy. Dan aku pun pulang membawa rasa sakit di hati. Luka yang sudah terlanjur menembus di hatiku rasanya sulit untuk diobati. Dan aku sadar Dia untukmu.
***
The End

Thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar