"Sherly, Mella, Tio, Febi, Nugi, Marry.... Marry Ayuandira... Marry!!!!" Teriak Dosen Killer itu. Dengan respon kaget, gugup, sebel aku menjawab "Yes mom, Sory I'm not hearing you" dengan senyum lugu aku perlihatkan deretan gigiku yang rapi. "What are you doing?" introgasi Miss Helen super Killer. "Nothing mom, I just sent a message to my friend" Jawabku sekenanya. "Okay, for this time I forgive you. But another day nothing again. You know?" "Yes mom, I know. Thank you" Ucapku senang. "Today we are coming of a new transfer student from bandung. come here, introduce yourself to your friends" Kata Miss Hellen tegas. "Hi friend, let me introduce myself to you. I'm Satria from bandung. I moved from ITB. I moved here because my parents moved redeployed at the police station jogja. Nice to meet you. And I hope you can accept me here. Thanks for your attention." "May I have your phone number" tanyaku pada cowok yang masih berdiri di depan itu. "yes, maybe later" jawabnya dengan senyum manisnya itu. ("Oh Tuhan, mungkinkah ini yang dinamakan jatuh cinta??? Satria benar- benar membuatku tersihir olehnya. Sungguh Dia benar- benar makhluk yang sempurna di mataku.") ucapku dalam hati. ("Oh Noooo,,,,, Dia datang mendekat pada dan 1,,,2,,,3 yupz tepat sasaran. Yes yes yes dia duduk di sampingku. Oh God thanks") lanjut ucapku dalam hati. "Hai, kenalkan namaku Marry. Marry Ayuandira. Senang berkenalan denganmu"sapaku. "Hai, aku juga senang berkenalan denganmu" balasnya dengan senyumnya yang membuat hatiku cenat-cenut. "Kamu tinggal di mana?" tanyaku "Aku tinggal di Jalan Mojali. Kamu tinggal di mana?" tanyanya dengan suara lembut. "Owh,, aku tinggal di dekat sini. Jl. Nusa Indah Gang Kenanga 1" balasku seraya senyum kepadanya.
***
<< Ke Esokan harinya>>
"Pagi Satria..." sapaku secepat mungkin ketika melihat batang hidung sosok lelaki yang telah mencuri perhatianku sejak kemarin berkenalan. "Hai, pagi juga Marry. Pagi banget kamu datangnya?" selidiknya. "owh, tidak apa-apa" jawabku "cuma pengen cepet-cepet ketemu sama kamu" lanjutku dengan suara lirih dan sangat pelan. "Sory, kamu pengen cepet-cepet ketemu ma aku???" tanyanya dengan wajah penasaran dan kaget. "bukan, bukan koq. Aku nggak ngomong apa-apa!" ucapku kaget karena pendengarannya tajam banget sampai suara selirih dan sepelan itupun dia dengar. "oh iya Sat, kamu dah punya kelompok buat mata kuliah Pak Meldi besok?" alihku padanya. "Oh ya? Aku malah belom tahu, maklumlah mahasiswa baru. Iya nggak?? jawabnya "Oh, kalo begitu kamu ikut kelompokku aja, kebetulan kelompokku masih kurang satu orang, gimana mau nggak?" ajakku bergabung. "Wow, ide yang bagus tuh, oke deh aku ikut kelompokmu, tapi ajarin yah. Kan aku masih belom tahu bener tentang mata kuliah itu." pintanya. "seeeppp okelah ntar biar temen yang lain juga ikut bantu kamu, soalnya aku juga sedikit paham-paham nggak paham sih. hehehe" "Ah kamu Marry. Huft bener-bener ya" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya. "Hai Marry, Satria. Udah lama kalian datengnya ya? Wah akrab banget nih kayaknya" sapa Miscel bersama Nelly mengagetkan kami berdua. "Oh, nggak juga koq Cel" jawab kami serempak. "Masak siiihh.... tuh buktinya jawabnya aja kompak. kayaknya kalian klop banget deh" ujar Miscel " Tinggal PeDeKaTe, habis itu Dddddeeeerrr..... JADIAN deh" celetuk Nelly . "Ah apa-apaan sih kalian ini.." jawabku dengan malu setengah gugup.
*** 4 Bulan Kemudian ***
Suasana sore itu memang begitu cerah dan pas banget buat nge-refresh otak setelah berhari-hari kuliah. Tiba-tiba ponselku berdering "Satria??? Dia sms dan ngajakin aku jalan... Asik asik akhirnya aku diajakin jalan juga ma Satria bener deh kalo jodoh emang nggak ke mana." kataku membaca sms dari Sang pujaan hati. "Okey, kita ketemu di mana?" ku balas sms darinya. "Aq jmput kmu skrg ja di rmh kmu. okey? skrg aq OTW ke sana" "Okey". Aku pun segera berdandan dan membuat diriku secantik mungkin tapi nggak terkesan norak banget di mata Satria. Setengah jam kurang bel rumah berbunyi. "Eh Satria ayo masuk dulu" Kataku saat membuka pintu rumah. "Udah nggak usah makasih lain kali aja. Ayo kita berangkat sekarang aja, kamu udah siap?" tanyanya padaku. "Oh jadi kita langsungan aja nih? okey aku udah siap koq" jawabku. Akhirnya aku dan Satria pun pergi menelusuri jalan dan hatiku bener-bener nggak karuan banget seneng, gerogi, gugup dan yah pokoknya gitulah campur aduk kayak gadho-gadho gitu.
****
"Kita berhenti di sini aja ya?"tanya Satria padaku "ehem"jawabku singkat sambil menganggukkan kepalaku. Setelah kita berjalan lumayan jauh dari tempat kita parkir motor dan berbicara ngalor ngidul tiba-tiba dia berhenti dan berkata "Marry, kita kan udah lama berteman. Dan aku ngerasa kalo diantara kita memang sedikit ada chemistry. hmm... kamu mau nggak ngisi lubang di hatiku?" ucap Satria mengagetkanku dan benar-benar ucapannya kali ini membuat jantungku berhenti berdetak dan membuatku melayang. Dengan respon yang cepat tanpa pikir-pikir lagi pun aku menjawab "Iya aku mau. Tapi kamu nggak lagi bercandakan Sat?" "Nggak Marry aku serius. Aku beneran suka ma kamu sejak awal kita ketemu aku sudah ngerasa ada yang lain pada diri kamu. Serius Marry kamu terima aku?" "Iya Satria aku sungguhan". Yupz, akhirnya aku dan Satria pun jadian dan berjalan dengan sangat indah.
****
Malam itu Satria ngajak aku jalan seperti biasanya katanya ce mau ada yang diomongin sama aku. Kira-kira apa ya? Tepat pukul 07.00 WIB Satria datang kerumah dan menjemputku, kami pun melaju menelusuri jalan dan mencari tempat yang bisa dipakai buat nongkrong biasalah anak muda zaman sekarangkan emang paling seneng kalau di suruh nongkrong betul nggak?. "Sayang, aku mau ngomong sesuatu ma kamu. Aku nggak nyaman kalo harus seperti ini dan membohongi kamu terus" ucap Satria padaku. "Maksud kamu apa Sat? aku nggak paham deh sama ucapan kamu barusan" selidikku "Marry, sebenarnya sebelum aku jadian kamu, aku udah punya cewek dan sampai sekarang pun aku masih jadian sama dia statusnya. Sekarang aku pengen tanya sama kamu Apakah kamu masih mau melanjutkan hubungan ini atau tidak setelah kamu tahu kebohonganku selama ini?" Degg... DddUuuEeeRrrr rasanya hatiku seperti tersambar petir mendengar ucapannya. Aku pun terdiam lama dan berpikir. Tak lama kemudian akhirnya mulutku bersuara " Sat, jujur kamu memang bukanlah cinta pertama aku, tapi aku ngerasa kamu cinta pertama aku. Dulu selama aku pernah pacaran aku nggak pernah benar benar merasakan cinta yang seperti ini. Yah aku cuma bisa bilang iya karena kau emang benar-benar sayang ma kamu dan aku nggak pengen kehilangan kamu walaupun kamu juga ada yang memiliki selain aku. Dan aku pun berharap bisa ngejalani semua ini" jawaku panjang lebar dan ku akhiri dengan tetesan air mata yang tak dapat lagi ku bendung setelah mengetahui semua itu. "Marry aku minta maaf ya, tapi percayalah Marry aku benar-benar sayang ma kamu dan aku pun nggak ingin jauh dari kamu" ujar Satria meyakinkanku. Aku pun hanya sanggup menganggukkan kepala. Dan setelah beberapa jam kami di sana akhirnya kami pun pulang. Tapi aku masih dengan hati yang nggak karuan masih nggak percaya dengan semua yang terjadi. Aku harus bisa mengontrol hatiku, rasa cemburuku dan masih banyak lagi yang belum bisa aku ucapkan dengan kata-kata.
****
Pagi itu jam 08.30 aku telfon Satria untuk memastikan apakah dia masih tidur atau tidak " Halo sayang" suaranya lirih dan lemas banget "Sayang udah bangun? tanyaku "Udah sayang ni udah dibangunin sayang Marry" ucapnya "Kalo gitu sayang bangun dulu bis itu mandi terus sarapan habis itu mau ngapain aja terserah deh" ujarku padanya "Iya sayang, sayang juga ya" <<terdengar suara bunyi ponsel yang lebih tepatnya lagi di bilang ada telfon>> "Sayang, itu HP nya bunyi ya? siapa yang telfon?" tanyaku penasaran. "Oh, itu Lisa telfon" "oh ya udah kalo gitu telfonnya kamu angkat aja" ucapku dan langsung ku matikan telfonku tanpa pamitpadanya. Oh iya sory tadi aku belom cerita Lisa itu pacarnya yang tinggal di Bandung yah LDR gitu. Saat itu rasanya hatiku sakiiiitt banget. dan belom pernah aku ngerasa kayak gitu. Tapi walaupun aku terluka semuanya tetap menjadi Cinta terindah untukku. Dan aku akan tetap menyayangi Satria selamanya sejak sebelum kemarin, kemarin. saat ini, esok, lusa dan seterusnya. I LOVE YOU SATRIA You are always in My heart.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar